Berita terbaru

Senin, 19 Agustus 2019

Audit Internal Jurusan, PPI Targetkan Segera Penuhi Standar 9

Audit Internal Jurusan, PPI Targetkan Segera Penuhi Standar 9

Batusangkar-Jurusan Pemikiran Politik Islam (PPI) melaksanakan kegiatan audit internal pada hari ini, Senin 19 Agustus  2019 di ruang pertemuan wakil dekan I Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah.  Demi melengkapi target borang akreditasi standar 9, kegiatan ini perlu dilakukan mengingat audit ini adalah yang pertama bagi jurusan PPI. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 9 orang termasuk para auditor. Audit internal jurusan PPI menghadirkan auditor dari lingkungan IAIN  Batusangkar yakni Dr. Asmendi, M.Pd dan Dr. Asneli Ilyas, M.A. Adapun tim audit dari jurusan PPI terdiri dari Dewi dahlan M.IP, Tri Yuliana Wijayanti, Ulya Fitri, M.Si.,Mhd. Alfajri Sukri, M.IP., Novi Budiman M.IP serta dihadiri langsung oleh bapak Irman S.Ag.,M.Pd selaku wakil dekan I Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD).

Jurusan Pemikiran Politik Islam (PPI) merupakan jurusan yang tergolong baru di lingkungan FUAD sehingga untuk menguatkan standar 9, saran dan perbaikan perlu dilakukan. Audit pertama PPI ini misalnya menargetkan PPI yang jauh lebih baik ke depannya. Karena itu, persiapan pengumpulan dokumen, pembelajaran standar 9 dan pengawasan terhadap perkembangan audit menjadi rutinitas tim audit PPI. Meski mahasiswa PPI baru pada angkatan ke-2 , jurusan PPI telah melakukan cukup banyak kegiatan seperti terlibat langsung dalam FUAD FAIR, acara-acara yang turut mengundang banyak pakar di Sumatera Barat dan luar sumatera, seminar lokal maupun internasional dan masih banyak lagi. Pada pertemuan dan pemeriksaan ini, tim auditor menyampaikan beberapa hal terkait standar 1. pada standar 1, meski masih ada yang perlu diperbaiki tetapi bukan termasuk hal yang prinsip.

  

Secara keseluruhan, poin-poin pada standar 1 sudah terpenuhi dan termasuk mumpuni. Sementara pada standar-standar yang lain, perlu adanya penambahan dokumen-dokumen terkait. Kegiatan ini berjalan dengan humanis, santun tapi santai dan juga tertib.  “untuk kedepannya, persiapkan saja selengkapnya semua hal-hal  terkait yang kemungkinan besar dipertanyakan selama audit” tukas pak Irman. “semoga PPI jauh lebih baik kedepannya dan lebih banyak mahasiswa yang ingin bergabung bersama PPI” pungkasnya. (zafirah )

Selasa, 16 Juli 2019

Kuliah di Jurusan PPI dengan Prospek Kerja Menggiurkan

Kuliah di Jurusan PPI dengan Prospek Kerja Menggiurkan


FUAD, Batusangkar – Pendaftaran jalur mandiri gelombang ke II IAIN Batusangkar telah dibuka sejak tanggal 15 Juli hingga 3 Agustus 2019. Informasi dan pendaftaran dapat diakses melalui situs www.pmb.iainbatusangkar.ac.id. Salah satu jurusan yang dibuka adalah Jurusan Pemikiran Politik Islam (PPI). Terletak di kampus II IAIN Batusangkar, Jurusan yang termasuk baru ini menawarkan prospek kerja yang mencerahkan bagi mahasiswa.

Novi Budiman, M.Si selaku dosen PPI menuturkan, lulusan-lulusan politik saat ini memiliki prospek yang menggiurkan untuk ke depannya. Hal ini tak lepas dari perkembangan demokrasi di Indonesia dengan adanya pemilihan lansung eksekutif maupun legislatif.

“Dengan dibukanya keran demokrasi ini, semakin membuka peluang bagi lulusan politik untuk berkreasi. Makanya tak heran kita melihat banyaknya lembaga survei, lembaga-lembaga kajian, LSM maupun NGO yang dibentuk oleh lulusan Ilmu Politik. Dalam hal ini, lulusan Ilmu Politik dapat berkontribusi lansung dalam perkembangan demokrasi di Indonesia,” ungkap Novi.


Novi menjelaskan, dengan perkembangan ini, banyak lulusan-lulusan yang berlatar belakang politik menghiasi wajah pertelevisian Indonesia sebagai narasumber. “Dengan begitu Jurusan PPI ini tidak bisa dipandang sebelah mata, karena lulusan-lulusan inilah yang dapat memberikan dampak lansung dalam perkembangan demokrasi Indonesia,” lanjutnya.

Selain memiliki prospek sebagai pendiri lembaga survei, konsultan politik dan peneliti politik, para lulusan Jurusan PPI juga berpeluang untuk berkiprah lansung sebagai birokrat pemerintah pusat maupun daerah serta peluang untuk bekerja di media nasional maupun lokal. “Tentunya di Jurusan PPI ini kita akan serius membentuk lulusan-lulusan berkualitas yang mampu bersaing di level nasional,” terang Novi.  

Tidak hanya menawarkan prospek kerja yang menggiurkan, di Jurusan PPI juga terdapat banyak peluang beasiswa mulai dari Beasiswa Bidik Misi, Beasiswa Beprestasi, Beasiswa Tahfiz Al-Qur’an dan Beasiswa Program Studi Keagamaan. [] (fajri)

Jumat, 22 Maret 2019

Diskusi Ilmiah Mengenai Pemilih Milenial

Diskusi Ilmiah Mengenai Pemilih Milenial

Batusangkar, 21 Maret 2019. Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah melaksanakan kegiatan diskusi ilmiah dengan mengundang dosen jurusan ilmu politik yang merupakan Wakil Dekan FISIP UNAND Dr . Aidil Zetra, MA dan Ketua KPI Kabupaten Tanah Datar Fahrur Rozi, kegiatan diskusi ilmiah jurusan pemikiran politik Islam juga mengundang beberapa perwakilan dari Himpunan Mahasiswa jurusan untuk ikut berpartisipasi dan dapat memberikan argumennya dalam diskusi ini yang bertema “perilaku pemilih milenial”.
Acara ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Dr. Adripen, M.Pd. Menurut Adripen berdasarkan data survei pemilihan milenial pada tahun lalu yang berumur 17 sampai 30 tahun sebanyak 40% artinya Indonesia ke depan itu ditentukan oleh generasi X dan generasi milenial, maka ini diharapkan dapat kita manfaatkan secara maksimal karena jika kita tidak menggunakan hak pilih maka kita akan mendapatkan rugi yang sangat besar. Dengan presentasi yang 40% itu maka dapat disimpulkan bahwa nasib dari negeri itu tergantung kepada anak-anak generasi milenial, “ujar adripen. Meskipun mahasiswa pemikiran politik Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar yang merupakan angkatan pertama diharapkan dapat menjadi pemikir-pemikir yang aktif di kalangan nasional dan internasional.

Dalam bahasan diskusi Aidil menyatakan bahwa jika dikumpulkan semua data survei pada tahun politik ini lebih dari 50% pemilih indonesia termasuk dalam kategori generasi milineal. Survey awal Aidil terhadap mahasiswa FUAD IAIN Batusangkar hampir 50% mahasiswa FUAD belum mendapatkan pendidikan terhadap tata cara menjadi pemilih, ini menjadi PR bagi ketua KPI kabupaten Tanah Datar untuk terus memberikan edukasi terhadap generasi milenial yang ada di kabupaten Tanah datar.
Menurut Aidil, ada beberapa prinsip program dalam penyelenggaraan pemilu pada setiap tahapan yaitu transparans,i integritas, kebebasan, kesamaan keadilan, dan keamanan. Indeks integritas yang ada di Indonesia sangat rendah karena banyak diantara kita ketidaksesuaian antara apa yang dibicarakan dengan apa yang dilakukan, contoh umumnya adalah pada kampanye pemilu banyak bakal calon yang menyebutkan janji-janji apa yang akan dilakukan ketika mendapatkan kemenangan dalam hasil pemilu. Namun ternyata hasil yang didapat tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan sebelumnya. Pemerintah kadang mengkebiri beberapa kelompok partai kecil sehingga pemilu yang demokratis menjadi terhambat. Diharapkan pemerintah dapat lebih responsif terhadap apa yang dibutuhkan oleh masyarakat banyak dan pemerintah harus memberikan perlindungan hak-hak warga negara seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945, “ujar Aidil”.

Generasi milenial dalam data survey hanya ada 9% yang tertarik dengan politik, ini sangat disayangkan mengingat Pemilu merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat dan sarana untuk melakukan Pergantian pemimpin secara konstitusional. Partisipasi pemilih sangat diperlukan dalam menentukan keberhasilan suatu negara, jika pemilih Golput maka kemungkinan adanya ketidakseimbangan dalam hasil pemilihan yang akan berdampak kepada keadaan suatu negara 5 tahun kedepan.(Fika)


Rabu, 18 April 2018

Prodi Pemikiran Politik Islam Lakukan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru

Prodi Pemikiran Politik Islam Lakukan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru

Rabu/17 April 2018, Program Studi Pemikiran Politik Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar melakukan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) khususnya untuk program studi baru di Pondok Pesantren Moderen MAS Diniyah Pasia Ampek Angkek Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat.

Hadir pada kegiatan ini Wakil Dekan I FUAD, Ketua Penjaminan Mutu FUAD, staf Program Studi Pemikiran Politik Islam FUAD, beserta Kepala Pondok Pesantren Moderen MAS Diniyah Pasia Ampek Angket. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk menyampaikan informasi terkait penerimaan mahasiswa baru terkhususnya pada program studi (prodi) baru yang ada di FUAD, yakni prodi Pemikiran Politik Islam (PPI) melalui beberapa jalur penerimaan mahasiswa baru, serta informasi terkait beasiswa hafiz qur’an.

Melalui sosialisasi ini diharapkan dapat mendorong minat calon mahasiwa untuk dapat melanjutkan studi pada program studi Pemikiran Politik Islam yang ada di Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Batusangkar. (tyw)